Monday, June 6, 2011

Christine & Akademi Jahit Sinar Jaya

Selamat siang teman teman :-)

Yap, hari ini gue pengen cerita yang terjadi semalem aja hahaha. Ini cerita benar2 tidak jelas, maknanya apa dan tujuannya apa gue ngepost pun gue gaktau.

Sebenernya sih maksud gue pengen ngilangin galau...... oke daripada gue malah curhat disini mendingan langsung cerita aja ya hehe.

Tadi malem itu gue mau ngembaliin sepatu sama kostum yang waktu itu gue pinjem dari kakak kelas. Gue juga maui ngembaliin baju Fahira yang waktu itu gue pake pas nyeplokin Dhela. Waktu itu gue kotor dan totally bauuuuuu bgt akhirnya gue ke rumah Fahira numpang keramas dll deh.

Jadi, gue pun sibuk ngemas2in tuh barang pinjeman. Gue nyari2 kantong plastik nya. Buat sepatu udah di kantongin dari awal. Buat kostum.... nah inilah. Berhubungan dengan reputasi, gue pun mencari2 plastik yang tidak memalukan.

Mbak gue yang emang sengaja bikin gue kesel, malah ngasih kantong plastik Carrefour, Superindo dll.

Alhasil dia gue tabok.

Susah sih cari kantong plastik yang bagus..... abis biasanya belanja di pasar dan keliaran di sekitar impres MEHEHEHEHEHEHE

Keuntungannya jadi anak impres itu, bisa dianter pulang naik becak gratis loh.

Oke skip, bagian becak becakan ini tidak seratus persen nyata.

Gue memerintahkan kepada mbak gue untuk mencarikan plastik yang "pantas" dan bukan kresek warna item bekas emak gue beli ayam.

Mbak gue menemukan kantong plastik yang menurut dia itu "Keu-ruen" atau bahasa normalnya, "keren"

Lidah nya memang suka kebelit belit.

Plastik transparan satu sisi, dengan tulisan "COOL" dan motif belang belang zebra di sisi satunya.

COOL= keren

Ya, selain dia emang suka sok sok bule, dia juga terpengaruh sama Spongebob. Kan ada tuh satu episode yg tentang Pearl sm Mr. Krab. Pearl bilang Mr. Krab itu gak "keu-ruen"

Entah kenapa menurut gue plastik itu radarada gak enak gitu dilihatnya. Gue pun bilang "gak! gue gakmau pake plastik itu. cari yang lain. itu gak elit taugak". Ya, gue emang suka sok elit. Sangat tidak cocok dengan tampang gue yang ehem.... camen.

Mbak gue pun tersinggung.

"Eh, ini tuh 'keu-ruen' ya! Liat ada tulisannya kan? Ini keu-ruen!"
"Enggak, itu gak keu-ruen. Alay"

Terjadilan perdebatan soal "keu-ruen" dan sebagainya.

Terakhirnya tetep aja mbak gue kalah. Dia kembali membongkar keranjang plastik. Lalu, disanalah dia menemukannya.

Christine, ya, Christine.

Kantong plastik item bertuliskan "Christine"

Entah kenapa, setelah menemukan kantong plastik itu mbak gue jadi radarada sakit jiwa.

Dia maksa maksa gue buat make kantong plastik itu. Gue jelas ogah. Plastik itu amat sangat alay. Gue pun berebutan sama mbak gue. Dia nekat mau masukin kostum ke dalem kantong plastik "Christine". Gue berusaha merebut Christine dan berniat menyingkirkan dia untuk selama-lamanya.

Gue berhasil merebut Christine dan membawanya menjauh dari Nai (mbak gue).

Gunting udah ditangan.

Gue membawanya menuju tempat sampah.

Gue mencabik cabik Christine.

Nai datang sambil teriak "Chriiiiissssstineeeeeee!!!!"

Terlambat, Christine sudah terpotong potong jadi bagian bagian kecil.

Nai berlutut di sebelah tong sampah, terus ngomong kayak suara suara yang di sinetron gitu.

"Inilah saat terakhir aku bisa tersenyum"

Ini anak pasti beneran ada kelainan jiwa.

Gue: LO GAK USAH LEBAY DEH NAI-________-
Nai: Christine, aku berjanji akan membalaskan dendammu pada orang yang membunuhmu

Gue ngelirik dia.
Gue pun pergi secepat mungkin.

Setelah insiden Christine berakhir, gue main jahit jahitan pake peralatan jahit sama Nai. Gue pun "menorehkan" nama gue dalam benang benang jahitan pada kain bekas punya emak gue EAAAAAAA laga gue benerbener kayak penjahit professional, padahal masukin benang ke jarum aja gue butuh setengah jam.

Entah berawal dari apa, mbak gue yang emang lebih jago ngejahitnya, sok sok ngajarin gue, dan menasihati gue tentang "nasihat nasihat yang harus kamu terima dari seorang penjahit Sinar Jaya"

Yak, terciptalah nama Akademi Jahit Sinar Jaya, ciptaan Nai.

Kita akhirnya malah main akademi jahit2an.

Terus gue pun membuat formulir formulir, yang ditujukan untuk orang orang yang ingin mendaftar ke Akademi Jahit Sinar Jaya.

Gue dan Nai juga membuat iklan-iklan, motto, juga komentar orang orang mengenai Akademi Jahit Sinar Jaya.

Seperti ini contohnya:

Iklan: "Ayo, masuk Akademi Jahit Sinar Jaya untuk masa depan yang lebih cerah!"

Komentar:

"Semenjak saya belajar menjahit di Akademi Sinar Jaya, hidup saya jadi lebih aman, tenang, dan sejahtera!" -Ridwan, mahasiswa, 23 tahun.

"Maupintar? Cepetan daftar di Akademi Jahit Sinar Jaya!" -Zefa, pelajar, 17tahun.

"Lapar? Ke Sinar Jaya aja!" -Ipeh, gelandangan, 75 tahun.

Nah disini gue mulai galau sebenernya Sinar Jaya itu akademi jahit atau rumah makan masakan padang.

Masih ada banyak lagi, dan sebagian besar gak nyambung. Termasuk contoh contoh yang gue tulis diatas, ya, itu juga gak nyambung sebenernya.

Ini dia motto ciptaan gue:

"Kami bersinar, kami berjaya, kami berjuang demi bangsa!"

HAHAHAHAHAHHA kayak apaan ajasih ini.

Adek gue seperti biasa menjadi korban, dia gue paksa paksa mendaftar ke Akademi Sinar Jaya. Akhirnya malah jadi berantem garagara adek gue yang lebih tua, Jevan, sama adek gue yang kecil, Belva, rebutan uang-uangan mainan.

Okelah segitu aja yang gue share disini hahaha gakpenting banget ya-__- maaf kalo postingannya gak bermutu HEHEHE.

Oh iya, goodluck ya yang lagi UKK dan congratulation buat kakak2 kelas 9 yang baru kelulusan!! Selamat yaaa terutama buat CentoUndici31:-) nem nya bagus2:-D

See yaaaaaaaaaa

No comments:

Post a Comment